Showing posts with label Final Fantasy. Show all posts
Showing posts with label Final Fantasy. Show all posts

Saturday, January 14, 2017

Review Final Fantasy XV




Kalau ada satu kalimat dari saya untuk Square Enix tentang game ini, "Kurang ajar kau Square Enix !!". Setelah menunggu 10 tahunan lebih, akhirnya game ini rilis juga di akhir tahun 2016 untuk versi konsol PS4. Game ini awalnya bakal rilis di PS3 tahun 2006 yang digembor-gemborkan sebagai "Fantasy based on Reality".  Dulu nama game ini adalah Final Fantasy Versus XIII. Ditunggu tunggu tapi tidak kunjung rilis , eh malah yg dirilis judul trilogy Final Fantasy XIII. FFXIII: XIII, XIII-2, dan Lightning Returns. Ibaratnya nih, ada temen yang katanya batal nikah ama pacarnya, eh tiba tiba dia nikah ama 3 cewek lain sekaligus!!. 

Setelah diumumkan di E3 2013 atau 7 tahun kemudian bahwa game ini bakal berubah judulnya dari Final Fantasy XIII Versus menjadi Final Fantasy XV, dan akhirnya di akhir 2016 game ini rilis pula. Alhamdulillah akhirnya game ini jadi lahir ya, semoga berguna bagi nusa dan bangsa. Setelah saya keluarin duit 300 ribu buat rental ps4 sekaligus kasetnya, dengan ini saya nyatakan bahwa game ini sangat worth it buat dimainin.

Kalau kalian menganggap selama 10 tahun pengerjaan game ini  membuat FF XV sebagai game yang tidak terlalu sempurna , kalian tidak sendirian. Walaupun sudah di PHP selama itu, game ini tidak sesempurna itu kok, karena kesempurnaan hanya milik Tuhan dan produsen rokok semata.



Final Fantasy XV adalah game dengan grafis yang menawan , gameplay yang kaya, battle system yang dinamis dan adiktif, namun ceritanya  tidak jelek sih namun tidak spesial juga, terasa hambar, banyak plot hole dan bahkan ada karakter yang dibuang.

Lalu apa yang mnganggap game FF XV ini bagus?? Tidak lain dan tidak bukan adalah karakterisasi dari 4 tokoh utama game ini. Si Noctis sang pangeran yang kere mendadak. Si Ignis sang asisten serba bisa, si Prompto raja foto keliling sama yang terakhir , Gladious, sang mas mas galak yang biasanya punya adik perempuan cakep dan imut walaupun skillnya ga jelas. Dan karakter - karakter lain yang tidak bisa disebutkan namanya karena banyak sekali.


Saya sangat menikmati battle system yang disajikan di game ini. Walaupun kadang merasa pusing pada saat bertarung  kamera seperti  berpindah – pindah sudutnya dengan cepat. Battle systemnya saya rasa makin oke karena di game ini seperti penyempurnaan gameplay Final Fantasy XII dan Kingdom Hearts. Apalagi saat noctis memakai sepecial attack, yaitu warp strike, semakin jauh  kuda kuda dilakukan semakin besar damagenya, pokoknya bisa pindah pindah tempat secepat hokage ke 4 memakai Hiraishin no justsu itu aduhai sekali. Sedangkan special attack Gladious seperti nebang pohon dan Prompto yang mau nembak dan setelahnya  musti kebanyakan gaya.


Ngomongin karakter wanita, pasti kita tertuju ke lunafreya nox fleuret sang oracle,  kalau saya kurang suka sih, saya masih suka Stella nox fleuret, kalau luna terkesan wanita anggun lemah lembut dan mempesona , entah kenapa saya melihat Stella seperti memiliki semua yang ada dalam diri Luna plus lebih seksi dan semok dan  kemampuan adu pedangnya yang  mirip seperti noctis.  Kurang ajar kau tabata karena menghapusnya. Selain itu ada Aranea Highwind boss seksi yang musti dikalahkan walaupun membuat saya nafsu saat memainkannya. Dan yang terakhir si kalem toge Gentiana,  non-playable character yang menjadi asisten pribadi sang oracle Lunafreya, yang kadang kadang bisa ngilang.

Sistem magic di game ini mirip seperti di FF VIII, yaitu bisa melakukan drawing elemen magic di draw point tertentu baru kemudian magic itu bisa digunakan. Elemen tersebut dibagi menjadi tiga elemen yaitu Fire, Ice, dan Lightning. Elemen elemen tersebut bisa dikombinasikan lagi dengen beberapa item atau elemen tertentu agar bisa menghasilkan magic tertentu pula. Misal magic fire bisa ditingkatkan menjadi fira atau ke level tertinggi yaitu firaga, demikian pula pada eleme lightning, daru Thunder ke Thundara  dan sampai ke Thundaga .



Dan bahkan sampai bisa melakukan unicast, dan bisa pula ke dualcast/tri/quad/quintcast. Unicast bisa dilakukan asal 1 elemen dan bertingkat, misal  yg pertama dikeluarkan fire, kemudian fira dan yang terakhir dikeluarkan adalah Firaga. Sedangkan untuk melakukan dualcast dan sebagainya musti memerlukan beberapa item khusus.  Jadi hasilnya bisa mengeluarkan 2 atau lebi magic yang berbeda dan dalam waktu yang sama. Dan masih banyak cast cast yang lain yang kalau dijelaskan butuh waktu lama untuk menjelaskannya. Yang jelas mendapatkan item yang dibutuhkan tidak terlalu mudah yang membuat magic ini special.

Sedankan untuk penggunaan summon di game ini berbeda sekali ketimbang versi final fantasy yang lain. Summon hanya boleh dilakukan oleh keturunan raja saja atau si pemegang cincin lucii. Berbeda dengan seri sebelum sebelumnya kalau memanggil Summon seperti memanggil preman, yang damagenya kadang tidak lebih besar dari attack si pe- summonnya. Kalau begitu yang pantas dianggap Summon siapa coba?? Hehehe. Di ffxv teras special karena summon dianggap astral/mahkluk berbahaya yang kekuatannya ga boleh digunakan secara sembarangan. Munculnya lumayan jarang sih, tetapi sekali muncul aduh kerennya minta ampun.


Terima kasih untuk Yoko Shimamura karena karya musiknya di game ini menghadirkan suasana yang berbeda, megah dan indah dari game FF yang sebelum sebelumnya.  3 lag fav saya di game ini adalah yang pertama pasti somnus,  bisa saya masukkan ke dalam playlist lagu favorit FF sepanjang masa, kemudian ada Apocalypse Noctis sebagai lagu yang menggugah semangat saat battle lawan siapapun dan yang terakhir adalah Fight Fantastica, lagu yang begitu syahdu sebagai pembuka noctis dan kawan kawan memulai petualangannya terutama saat di altissia. Walaupun ada bagian tertentu yang lagunya lebih keras suaranya ketimbang dialog itu sendiri. Oh ya bagi kalian yang ingin mendengarkan lagu - lagu soundtracknya bisa ditonton konser FFXV di Abbey Road Studios, silakan.



Dan saat melawan bos terakhir, saya takjub lihat perubahan noctis, yang awalnya mukanya kaya andika dengan rambut sasuke berubah jadi Stephen Chow brewokan. Apalagi pas lawan Daemon altlet parkour itu loh, selesainya cepet banget dan ya biasa aja sih lawannya, tidak ada feeling puas setelah mengalahkannya.
Sekian ya reviewnya, dan terima kasih.






Tuesday, January 10, 2017

Game PS4 yang diantisipasi di 2017

Halo semuanya!. Sekarang sudah 2017. Di tahun ini banyak sekali game – game yang bakal dirilis di PS4  yang tampaknya bakal keren keren.  Seperti, The Last of Us 2, Resident Evil 7, God of War, dan lain – lain. Sebagai konsol level AAA , Game yang dirilis di tahun ini kayaknya bakal ada yang memakai  PlayStation VR, sebagai tambahan pengalaman yang baru dalam bermain game agar lebih mendekati kondisi yang sebenarnya. Berikut adalah game game yang bakal dirilis, entah awal tahun , pertengahan maupun akhir tahun.

1. GOD OF WAR
    Developer : Sony Santa Monica

Kratos adalah idola bagi haters para Dewa. Bisa dibilang Kratos adalah Sun Go Kong versi Yunani. Hehehe. Setelah di versi sebelumnya seluruh dewa dewi di Yunani sudah di habisi, di versi ini akan mengambil cerita baru , yaitu bakal berhadapan dengan Norse Panthenon alias semua Dewa Dewi Nordik seperi , Odin, Thor, Loki, dan lain lain.  Game ini bukanlah Reboot, melainkan sekuel dari game sebeumnya.

Di Game ini Kratos terlihat lebih manusiawi, karena Nampak lebih tua dan berjenggot, nampaknya sudah bertobat dan sepertinya menjadi mujahidin, hahaha. Dan jangan lupa sekarang Kratos punya anak. Dengan grafik PS4 nampaknya kebrutalan Kratos anaknya dalam menghajar para musuh musuhnya bakal terilihat  realistis dan berdarah. Silakan ditonton dan ditunggu seperti apa kebrutalannya.


2.  RESIDENT EVIL 7 : BIOHAZARD
    Developer : Capcom

Resident Evil 7  ini mirip Silent Hill dan Outlast, saya memainkan demonya lebih kerasa Horror versi hantu ketimbang Horror versi Zombie. Selain itu di RE 7 memakai system permainan FPS apalagi ditambah memakai PlayStation VR membuat suasana horror menjadi lebih mencekam dan lebih seru.
 Walaupun Capcom bilang bahwa demo ini TIDAK BERHUBUNGAN sama sekali dengan game utamanya nanti. Capcom menerangkan bahwa kira kira sensasi memainkan gamenya bakal seperti itu atmosfernya.


Karater RE7 bukanlah special seperti Jill Valentine atau Leon Kennedy, kali ini kalian bakal memainkan orang biasa , diharapkan orang biasa ini akan menimbulkan atmosfer horror seperti game RE dulu. Saat awal memainkan, kita akan melihat seorang  pria misterius yang berusaha kabur  dari rumah angker yang begitu gelap.
Namun perjalanan untuk kabur dari sana  tidak mudah. Terlepas dari beragam usaha yang dilakukan, Anda tetap akan “ditangkap” oleh seorang karakter antagonis yang saat ini mendapatkan julukan sebagai “Family Man” di keluarga yang disebut Baker Family. 

Dan Capcom menerangkan bahwa karakter ini bukan karakter final, ada kemungkinan bakal bertemu karakter dari versi sebelumnya, semoga saja. Jadi tunggu saja tanggal 24 Januari besok seperti apa.



3.THE LAST OF US 2
    DEVELOPER : NAUGHTY DOG


    Kalau ada  game yang bisa menjadi Series Horror selain The Walking Dead, The Last of Us adalah jawabannya. Ini adalah sekuel dari game The Last of Us, bikinan Naughty Dogs adalah jaminan kualitasnya, karena mereka pernah membikin game Uncharted 4.The Last of Us memberikan pengalaman bermain game Horror melawan zombie jamuran di dunia Post – Apocalypse.
Apa sih yang menarik dari game ini?? Game pertama memberikan kesan emosional saat berpetualang dengan resources terbatas, dan musti berhitung setia peluru yang ditembakkan ke para zombie jamuran dan para gangster FireFly. Trailer The Last of Us 2  memperlihatkan sosok Ellie yang lebih dewasa , menatap dengan mata yang lebih tajam dan memiliki masalah di tangan kanan karena terlihat sedikit bermasalah saat bermain gitar.  Dan apa yang dikatakan oleh Ellie, bahwa dia bakal membunuh mereka semua sampai habis. Siapa sih yang mau dia bunuh dana apa sebabnya ?? Kalian musti menunggu untuk menemukannya.



4. FINAL FANTASY 7 REMAKE
    DEVELOVER : SQUARE ENIX


Saya masih inget gimana rasanya pas Aerith ditusuk sama Sepiroth. Pedih mas. Siap-siap ya buat merasakan hal itu lagi dengan grafik yang bagus dan realistis. Setelah berbagai macam rumor, desas desus dan fan teori di beberapa forum, akhirnya Square Enix merilis remake game ini di konferensi pers E3 di tahun 2015, dan di youtube video reactionnya sangat heboh, bahkan sampai ada yang menangis, entah bahagia atau terharu.

Dari trailer  terlihat jelas gameplaynya lebih berat ke action (seperti Final Fantasy XV) , bakal dibagi ke beberapa part, jadi mirip per CD kalau di PSX.  Yang jelas saya kangan dengan para karakter dari game ini. Cloud yang mukanya tidak jelas seperti orang eropa atau asia. Barret yang berotot  seperti Mike Tyson, dan Tifa yang semok seperti gadis KPOP. Ah saya jadi ga sabar memainkannya.



5. DEATH STRANDING.
    DEVELOPER : KOJIMA PRODUCTIONS


 Apabila Hideo Kojima dan Norman Reedus, apa hasil dari kolaborasi mereka ? Sebuah game abstrak, ambigu dan lumayan menjanjikan dari segi tema. Dari trailer perdana diperlihatkan bahwa Norman tampil telanjang di tepi pantai sedang mengenakan borgol di tangannya dan kemudian sambil menggendong bayi, dan tiba tiba bayi itu hilang seketika. Hal yang aneh lainnya adalah tiba – tiba ada sosok mirip alien terbang menjauh dari Norman. Dan trailer berakhir saat Norman melihatnya dari kejauhan.


Sedangkan di trailer kedua  ternyata Kojima bekerja sama dengan Mad Mikelsen, (pemeran Kaecilius di film Doctor Strange) dan Guilerme Del Toro (belum dikofirmasikan bakal berkolaborasi  di proyek ini atau tidak). Di Trailer kedua Mad Mikelsen tampil dengan mengendalikan beberapa tentara lewat kabel yang  tertempel di alat yang ada di perutnya, sedangkan Guilerme Del Toro terlihat  panic membawa tabung berisi bayi sambal kabur menyelamatkan diri ke bawah jembatan. Tampaknya Game ini adalah game aksi, namun dengan hal baru, layaknya Metal Gear Solid yang lebih banyak Stealth, Kojima ingin membuatnya lebih berbeda.


Itu tadi beberapa game yang digadang gadang bakal meledak di tahun 2017, tentukan pilihanmu.


Wednesday, November 16, 2016

Nostalgia Final Fantasy 8 | Meteor Garden-nya Final Fantasy

Para gamer 90-an termasuk saya, pasti inget dengan game Final Fantasy 8. Ya, salah satu game di mana Square Enix  (dulu bernama Squaresoft) selalu membuat game – game RPG yang keren (dan semoga Final Fantasy XV pun demikian).  Final Fantasy 8 adalah game RPG (Role Playing Games) yang diterbitkan khusus buat PS1 dan pada windows pula akhirnya.

Menceritakan  sekelompok tentara bayaran (yang disebut SeeD)  yang terjebak dalam suatu konflik internasional yang dbuat oleh seorang penyihir bernama Edea, dan berusaha menghentikan perang tersebut.


Menurut Wikipedia, dari 3 minggu awal rilis game ini , sudah terjual sebanyak 50 juta kopi. Sangat luar biasa. Final Fantasy versi ini mengalami banyak perubahan dibanding versi sebelumnya. Mulai dari segi cerita, desain karakter yang lebih fashionable, bahkan menurut saya karakter utamanya mirip dengan anggota  boyband. Bahkan theme songnya itu loh, masih terngiang di kepala saya. Hehe.

Dan untuk yang ingin memainkan game ini lagi, jangan khawatir karena sekarang sudah ada versi PC yang dirilis di steam. Hal ini menunjukkan bahwa game ini bisa bertahan di tengah gempuran game-game-game jaman sekarang dengan grafik yang sudah canggih.

Oke, berbeda dengan versi sebelumnya, di versi ini Squaresoft tampak mencoba hal baru, karena berani memasukkan unsur remaja ke dalamnya, baik dari segi cerita, karakter dan dunianya. Contoh aja si Squall, mirip banget kan dengan personil boyband korea, sangat fashionable.

Jala ceritanya adalah ada sebuah sekolah militer yang namanya  Balamb Garden dimana para siswanya dididik untuk menjadi prajurit militer bernama SeeD. Nah See Dini menjalankan misi khusus pesanan dari Client. Namun akhirnya SeeD sendiri untuk melawan sosok penyihir Edea yang bisa membahayakan dunia. Menurut saya Garden ini mirip sekolah sihir Hogwart, namun tetap ada sihir walaupun dengan kesan modern.


Penulisan cerita game ini lebih berpusat pada karakter utama si Squall dan pandangannya terhadap dunia sekitar dan perasaannya terhadap tokoh lain seperti apa,  bahkan si Squall  ngomong dalam hati pun kita bakalan tahu karena ada tulisannya. Seperti sinetron.

 Terutama pas romansa Squall dan Rinoa, yang saya rasa salah satu romansa yg epic di dunia RPG, romansa yang pas dan ga berlebihan. Walaupun di bagian lain ada plot di luar romansa yang dipaksakan.

Ngomongin karakter utama dalam semua Final Fantasy, menurut saya Cuma si Squall yang paling stylish dan ganteng. Selama saya main, saya merasa si Squall sebagai seorang yang dingin selama menjalankan misi, namun semua berubah semenjak ada si Rinoa datang dia menjadi lebih terbuka, karena begitulah jatuh cinta.

Ada sebabnya kenapa si Squall bisa sedingin itu, saya baca di wikipedia, Squall tumbuh dalam sebuah rumah yatim piatu bersama dengan beberapa karakter utama seperti Zell, Seifer, Selphie, Irvine dan Quistis.

Squall Cuma ingat beberapa kenangan masa lalunya, hal ini menyebabkan ia untuk mengembangkan penghilangan emosi, bocah dengan sifat tertutup (tujuan awal Squall adalah menjalani hidup tanpa hubungan emosional dan ketergantungan pada orang lain. Untuk karakter lainnya mungkin saya tulis di lain kesempatan karena lumayan kepanjangan kalau dibahas di sini.

Untuk gameplay, di Final Fantasy 8 ini berbeda sekali dengan versi sebelumnya karena pada Battle System ada yang namanya Junction. Junction yaitu dimana saat memakai (GF) Guardian Force tertentu bisa menggunakan skill magicnya juga seperti item atau equipment. Bahkan dengan GF tertentu bisa juga mendapatkan stats khusus pula, misal mendapatkan HP+ 40% dan sejenisnya.


Masing – masing GF yang disjunction memberikan kemampuan dan skill yang berbeda tergantung GF tersebut memakai elemen beserta magic yang digunakan.  Untuk beberapa orang, termasuk saya, system junction sangat rumit untuk dipahami jadi memang tidak mudah menemukan formula GF harus di-junction sama siapa harusnya.



Untuk dunia Final Fantasy 8 sendiri saya rasa sedikit ringan dan lebih cerah ketimbang seri sebelumnya. Saya rasa memang game ini untuk market yang lebih muda.  Selain itu dunia tersebut menawarkan dunia yang lumayan beragam. Ada kota Balamb, kota yang terletak di tepi pantai.

Ada pula Timber kota yang sering dilalui banyak jalur kereta api. Ada desa Winhill yang sunyi tapi sering diganggu monster. Ada  kota Esthar yang futuristik. Dan jangan lupa Deling City , kota yang menurut saya seperti Paris-nya Final Fantasy 8.



Selain itu yang selalu saya tunggu  adalah FMW yang ditampilkan. Bagus kok ceritanya, sayangnya FMW nya tampak terlalu kaku, terutama di model karakter , bentuknya rata –rata polygon. Kok rasanya seperti tempelan. Hehehe. Saya rasa kalo dipoles lebih baik saja FMW nya game ini bakal bagus banget, karena saya merasa muak lihat karakternya bermuka datar kotak – kotak. Walaupun dimaklumi untuk jaman segitu sudah sangat indah.

Yang terakhir tentu saja jangan lupa tentang musiknya. Terutama yang berjudul Eyes On Me. Lagu ini saking bagusnya di Youtube sampai banyak yang mengcover, dan sampai dinyanyikan di konser orkestranya Adi MS. Videonya ada di bawah ini .




Tetapi yang terbaik yang menyanyikan lagu ini adalah Faye Wong. Bahkan kalau kalian datang ke tempat karaoke saya jamin lagu ini pasti ada. Dan berdasarkan pengalaman pribadi saya , saya pernah kondangan ke acara pernikahan lagu ini sampai dinyanyikan. Amazing pokoknya. Serius.

Lagu ini memiliki lirik yang berhubungan dengan jalan cerita di dalam game. Benar-benar menggambarkan perasaan Squall ke Rinoa dan sebaliknya. Selain Eyes on Me, Music scoring-nya juga bagus dan epic sekali, karena ini adalah mahakarya dari composer Legendaris, Nobuo Uematsu, yang juga memegang music scoring dari versi sebelum sebelumnya.



Ingat bagaimana trio Laguna, Kiros, dan Ward bertarung dengan diiringi lagu “The Man with the Machine Gun”, dan juga “The Landing “ yang menjadi music score untuk pertempuran yang menegangkan di Dollet, atau music score “Balamb Garden” yang membuat kita yang mendengar serasa rileks sambil minum teh manis di kantin Balamb Garden.

Sampai hari ini saya masih menganggap Final Fantasy 8 yang paling baik diantara game – game Final Fantasy yang lain, beda tipis lah dengan yang Final Fantasy 9. Salah satu penyesalan saya akan game ini adalah saya baru sampai ke Disc 3 dan akhirnya rusaklah Disc tersebut karena suatu hal. Yang pasti kalau ada kesempatan saya pasti memainkannya lagi.

 Sumber :
1.https://id.techinasia.com/nostalgia-review-final-fantasy-viii.
2.https://id.techinasia.com/talk/opini-8-alasan-mengapa-final-fantasy-viii-adalah-final-fantasy-terbaik.
3.https://id.wikipedia.org/wiki/Squall_Leonhart
4.https://id.wikipedia.org/wiki/Final_Fantasy_VIII







Tuesday, November 15, 2016

Final Fantasy IX - Terlalu Manis Untuk Dilupakan.

           Halo semuanya, gamer 90-an pasti kenal ama game Final Fantasy IX, Seri ini adalah seri terakhir Final Fantasy untuk game PS1/PSX. Akhirnya setelah 16 tahun Square Enix merilis seri Final Fantasy terakhir Playstation 1 ini di PC menyusul Final Fantasy VII dan Final Fantasy VIII yang juga dirilis untuk platform PC pada tahun 1998 dan 2000.

Memainkan Final Fantasy IX tentu saja  membawa memori saya  kembali ke masa-masa remaja yang hilang dimakan waktu begitu saja. Walaupun keterbatasan waktu membuat saya tidak berkesempatan untuk menyelesaikan game  ini lagi, namun berbagai elemen yang dihadirkan di awal permainan sudah cukup untuk menghidupkan masa lalu kembali.


Game ini  memiliki alur cerita yang kompleks. Yaitu mengisahkan  seorang  protagonis yang bernama Zidane Tribal harus menculik seorang putri kerajaan Alexandria yang bernama Garnet Til Alexandros XVII (Garnet). Menyamar sebagai  kelompok sirkus, Zidane dan teman-temannya memulai rencana untuk menculik Putri Garnet. Belum jelas motif Zidane menculik Garnet. Namun penculikan Garnet oleh kelompok berandal ini merupakan titik awal konflik FF IX. 

Saya merasa cerita FF IX sendiri berbeda dari semua seri FF. Seperti  film kolosal, FF IX menghadirkan serangkaian adegan perang yang intens dan begitu mengunggah dan music score yang melegenda. Demikian juga di bagian karakter yang saya rasakan saat bermain sangat unik dan berwarna. Karena Zidane si karakter utama sebenarnya juga bukan orang baik-baik, berbeda dengan Squal (FF8 ) dan Cloud (FF7).

Selain itu ada Steiner yang  ahli pedang dan Salah satu pengawal kerajaan , Eiko dan Garnet yang bisa melakukan summon Guardian Force, Vivi yang memiliki skill BlackMage, Quina dengan skill BlueMage-nya, hingga Amarant ahli MartialArts dan Freiya dengan skill Dragon Warrior yang begitu handal. Namun dari semua saya merasa Vivi yang paling unik. Karena sampai sekarang saya tidak tahu mukanya kaya apa? Hehehe. Terbaik lah dia pokoknya.

Gameplay menjadi elemen yang menarik banyak gamer untuk mencicipi FF IX, tidak terkecuali saya.Baik FF VII dan FF VIII sempat menghilangkan fitur armor untuk mengkustomisasi level karakter. Fitur khas FF dalam pertarungan pun sempat absen di kedua seri FF futuristik sebelumnya. Nah, FF IX kembali menawarkan gameplay Final Fantasy klasik (era FF I-VI). Dengan menghadirkan pertarungan dengan slot empat karakter dan fitur battle yang khas, FF IX mendapat banyak pujian karena kembali konsisten mengaplikasikan sistem pertarungan FF rasa klasik. Gameplay yang gampang dipahami namun tetap keren.

Game ini memakai sistem battle turn-based, jadi mengatur strategi jelas merupakan hal yang wajib dilakukan. Urutan memilih serangan ditentukan berdasarkan bar Active Time Battle (ATB) yang ada di samping indikator HP dan MP. Kecepatan ATB ini juga ditentukan oleh statistik karaktermu. Nah salah satu yang menarik di game ini adalah adanya mode trance. Mode ini bakal terjadi kalau garis bar / bar trance terisi penuh.

Cara mengisinya yaitu dengan cara membuat karaktermu terkena damage. Walaupun kalau Zidane memasuki mode trance pasti membuat kita yag main minimal tersenyum, karena mirip monyet telanjang.

Oke sekarang mengenai dunia dari Final Fantasy IX itu sendiri. Dunia di game ini terdiri dari makhluk humanoid yang menyerupai hewan. Contohnya adalah si Zidane.  Setting di game ini adalah fantasi dengan bumbu steampunk di dalamnya, jadi jangan heran melihat berbagai teknologi yang mirip dengan teknologi seperti dalam kisah fiksi dengan setting era kerajaan Inggris. Yang jelas saya lupa di era apa. 


Di sini pasti menemukan kota modern yang dipenuhi dengan airship yang beterbangan seperti Lindbulm, kota yang selalu diselimuti malam dengan kehidupan borju seperti Treno, atau desa yang sangat damai dan pastinya bisa menjadi tempat pensiun yang sempurna seperti Dali. Melalui penggambaran dunianya, Saya merasa game ini  memberikan kesan terhadap jenis atmosfer yang menarik yang jarang ditemukan dalam satu game. 

Banyaknya hal yang bisa dilakukan mulai dari bertarung melawan monster, bermain mini game kartu yang keren, mengumpulkan berbagai item, sampai membuka rahasia-rahasia lain dalam cerita membuat dunia Final Fantasy IX menjadi dunia yang  seru untuk dijelajahi.
Eh iya enaknya lagi di game ini bisa nge-save di jalan saat melakukan misi, yaitu bertemu dengan para Mogs, dan tentu bisa membeli item dari mereka juga, ibaratnya mereka buka lapak di situ ya, hehe..strategi marketing yang baik. Jadi kalau kehabisan tidak usah repot membeli di item shop.
Di tahun 2000-an awal , cutscene tidak bisa disampaikan dengan halus dan keren layaknya yang bisa kita temukan di game modern zaman sekarang. Jadi kalau ada adegan FMW bisa dianggap merupakah bonus dan hal yang dinanti-nanti. Di zamannya, Final Fantasy IX bisa dibilang merupakan salah satu game dengan kualitas penyampaian cerita paling epik. Saya jadi kangen masa-masa dulu awal-awal memainkannya. Sampai-sampai saya dicariin sama emak saya sambal bawa sapu lidi di Rental PS. Hehehe

Sebagai game yang lahir di tahun 2000, Final Fantasy IX menurut saya salah satu game yang memiliki grafis paling bagus di PS1. Game ini tidak terlihat terlalu kotak-kotak walaupun sudah 3D. Yyang membuat grafis di Final Fantasy IX betul-betul spesial bukanlah dari objek-objek 3D yang ada di game, melainkan pre-rendered background yang dimilikinya. Kualitas pre-rendered background di Final Fantasy IX dibuat dengan detail yang cukup menarik. 
Dan tidak lupa pula mengenai Music dari game ini yang bener-bener melegenda. Musiknya dibuat oleh Nobuo Uematsu, salah satu composer legendaris asal Jepang yang membuat musik-musik di FF IX luar biasa bagus dan memorable.  Saking bagusnya Musik FF IX  mendapat beberapa penghargaan khusus di Jepang. Bahkan, lagu tema FF IX--"Melodies of Life"--dinyanyikan oleh penyanyi lawas Emiko Shiratori

Bahkan beberapa set playlist musik FF IX sempat dibawakan dalam pertunjukan orkestra Addie MS yang dihelat pada tahun 2006 silam dalam konser yang bertajuk "Beginning of Fantasy".  Dan ada satu lagu lagi yang sampai dicover dan dibuatkan lirik oleh Kate Covington. Hasilnya sangat  luar biasa, dan hingga saat ini mungkin bisa dianggap sebagai salah satu cover OST Final Fantasy terbaik yang pernah ada.


Lagu ini bercerita tentang sorang Beatrix, seorang pengawal pribadi Queen Brahne.  Ia digambarkan sebagai seorang wanita yang cantik, jago pedang, namun harus mengorbankan perasaannya sendiri demi menjalankan tugasnya.

Setidaknya saya bahagia waktu remaja bisa memainkan game ini walaupun baru di tahun 2005 bisa memainkan. Tentunya music di game ini mengobati rasa kangen saya sampai-sampai saya download dan selalu saya putar di HP. Dan tentunya game ini akan saya mainkan kembali. Pasti.
Sumber :